BAGAIMANA PELAJAR INDONESIA SEHARUSNYA BERSIKAP
Ada
hal yang ingin saya tanyakan, bagaimana kita mulai menyelesaikan masalah yang
ada ini? Siapakah yang seharusnya memulai gerakan untuk melakukan perbaikan
ini?
Setiap orang dalam bangsa ini mempunya
tugasya masing-masing dalam menyelesaikan masalah yang ada. Setiap anak kecil,
mempunyai tugas untuk belajar, setiap pendidik, mempunyai tugas untuk mendidik,
setiap orangtua mempunyai tugas dalam membentuk karaker dan membuka pikiran
setiap calon pemimpin yang diasuhnya.
Begitu
juga pelajar, yang sejak dulu telah kita ketahui berperan besar dalam
pembentukan bangsa Indonesia. Saya kira bukan hanya belajar pelajaran akademis
saja yang yang menjadi tugas utama seorang pelajar. Sebagai orang yang dapat
dikatakan terididik, kita seharusnya juga bertanggung jawab dalam memikirkan
langkah menyelesaikan masalah Negara ini. Bukan hanya pelajar dapat dikatakan
sebagai calon pemimpin di masa mendatang, tapi juga agar pelajar tidak
kehilangan tujuan belajar yang seharusnya telah ditanamkan sejak kecil. Bukan
hanya untuk bertahan hidup, aktifitas pendidikan seharusnya bertujuan untuk
pembangunan bangsa.
Mahasiswa,
sebagai pelajar yang sudah dapat dikatakan
dewasa, seharusnya sudah mengerti dan tahu peranan masing-masing dalam
pembangunan bangsa. Yang ingin menjadi teknokrat misalnya, persiapkan diri
untuk membangun teknologi bangsa, yang menjadi seorang economist, persiapkan diri untuk mengatur keuangan Negara. Yang
ingin menjadi pegawai, tidak salah menjadi pegawai cukup belajar yang rajin
saja, karena ada orang yang akan mengatur seorang pegawai dan pegawai pun
mempunyai peran yang sangat penting dalam membangun prekonomian banga.
Mahasiswa yang mempunyai tujuan
membangun bangsa, akan sangat kurang jiga tgasnya adalah belajar pelajaran
akademis saja. Mahasiswa harus membuka matanya akan apa yang terjadi, apa
permasalahan, apa akar permasalahan, apa yang seharusnya dilakukan, apa goal
yang harusnya dicapai. Hal-hal seperti itu akan sangat kurang jika hanya
belajar di kelas saja. Mahasiswa seharusnya turun langsung dalam mengawal
pembangunan bangsa. Dan akan lebih baik, jika mahasiswa mempunyai langkah
taktis yang dapat dilakukan oleh kaumnya.
Ada beberapa hal yang saya kira dapat
dilakukan mahasiswa untuk mengawal dan membentu pembangunan bangsa. Selain
melakukan pengajian bagaimana langkah
penyelesain masalah dan tidak buta politik ,karena sangat jelas pembangunan
bangsa tidak lepas dalam masalah politik juga, mahasiswa juga dapat melakukan
langkah taktis. Seperti melakukan penelitian tentang energi agar masalah tidak
tercukupinya energi tidak ada lagi dalam bangsa ini di masa mendatang, atau
bahkan mengusahakan agar setiap peneliti muda Indonesia, terutama mahasiswa,
dapat melakukan penelitiannya. Dapat juga Terjun dan berktifitas di lapangan
seperti demonstrasi, setelah melakukan pengajian akan penyelesain masalah
tentunya. Atau juga bekerja sama dengan LSM untuk memajukan pendidikan dengan
menjadi guru relawan atau menanggulangi masalah lingkungan. Mengurangi
pengangguran dengan menjadi pengusaha dan membuat lahan pekerjaan, memajukan
pertanian dengan survey ke lapangan , penelitian dan melakukan penyuluhan, dan
banyak hal lain yang dapat kita lakukan.
Hal_hal seperti itu tidak hanya
membantu Negara, tetapi juga menjadi bahan simulasi yang baik ketika kita telah
menyelesaikan pendidikan dan bertangung jawab dalam mengatur bangsa ini menjadi
tugas utama kita. Semakin baik jika mahasiswa tidak hanya belajar simulasi
lapangan, tetapi juga belajar simulasi pemerintahan dengan berorganisasi.
Karana semua hal akan berkaitan dengan organisasi jika ingin terorganisir
dengan baik dan matang.
Dengan berorganisasi, mahasiswa akan
semakin matang dalam hal karakter ataupun menentukan peran dalam pembangunan
sesuai kemampuan dan kelebihannya. Dengan berorganisasi, mahasiswa dapat
mempunyai jaringan yang luas agar infomasi dan langkah kedepan yang diambil ke
depan akan semakin mudah. Dengan berorganisasi juga, kita dapat mempunyai
gambaran yang lebih jelas tentang permasalahan politik yang ada. Kita juga
belajar tentang simulasi perpolitikan, karena pembangunan jelas tidak luput
dalam masalah politik.

Comments